Minggu, 02 Juni 2013

sistem pengkodean sinyal

Unipolar 

Arus mengalir satu arah , dan perubahan arah putar motor tergantung dari lilitan (koil) yang dialiri arus

Lilitan terpisah dalam 2 bagian dan masing-masing bagian hanya dilewati arus dalam satu arah saja.

Kelemahan jenis Bipolar adalah bahwa rangkaian drivernya lebih kompleks, karena harus dapat mengalirkan arus dalam 2 arah (bolak-balik) lewat koil yang sama.
Inti rangkaian sebenarnya adalah sebuah buffer arus yang berfungsi menguatkan arus-arus logika dan MCU yang menggerakkan motor stepper.
Buffer ini dibentuk dengan menggunakan 2 transistor Bipolar NPN dalam konfigurasi Darlington untuk
menghasilkan penguat arus (hfe) yang tinggi.



Menggunakkan 2 buah rangkaian darlington


Bipolar 
Mengacu pada transistor biasa atau IC yang bertentangan dengan komponen MOS dan CMOS.
Bipolar Memory

Memori komputer yang memakai IC bipolar sebagai bagian dari memorinya.



Algoritma Pembangkitan Salah Bit.
Pada penulisan ini didefinisikan transmisi tanpa modulasi dan format sinyal
adalah bipolar dimana bit 1 mewakili tegangan V volt dan bit 0 mewakili tegangan –V
volt. Bila bit 1 dikirim, error terjadi jika noise positip dengan tegangan lebih besar
dari pada V. Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut. Untuk sinyal dengan format
bipolar, bit 1 mewakili tegangan V volt dan bit 0 mewakili tegangan – V volt,
mempunyai tegangan Treshold sebesar :
Vth =
2
) ( V V . + (3.5)
= 0 volt
Gambar 3.4 memperlihatkan format sinyal bipolar


Apabila bit 1 dikirim maka error akan terjadi jika tegangan lebih kecil dari harga
Treshold ( 0 Volt ). Tegangan akan lebih kecil dari 0 volt jika noise negatip dengan
tegangan lebih kecil dari –V. Apabila bit 0 dikirim maka error akan terjadi jika
tegangan lebih besar dari harga Treshold (0 Volt). Tegangan akan lebih besar dari 0
jika noise positip dengan tegangan lebih besar dari +V.
Karena parameter yang dipakai didalam program adalah Signal to Noise ratio
(S/R) dan yang akan dicari adalah tegangan (V), maka perlu dibuat suatu hubungan
antara tegangan dan variansi dengan signal noise. Didefinisikan tegangan kuadrat
(V2) sama dengan daya sinyal (S) karena seolah-olah tegangan dc dan σ2 sama
dengan daya noise (N). Dari definisi tersebut dapat dibuat suatu persamaan yaitu :
N
S V = 2
2
σ
(3.6)
Bila σ2 = 1 maka persamaan (3.6) menjadi :
V2 =
N
S
(3.7)
Pada penulisan ini diasumsikan noise adalah Gaussian dengan rataan 0 dan
variansi σ2. Oleh karena asumsi noise adalah Gaussian maka dalam simulasi ini
diperlukan pembangkit bilangan acak Gaussian dengan rataan = 0. Karena telah
didefinisikan bahwa variansi = 1 maka dalam simulasi diambil harga variansi = 0.
Implementasi program pembangkitan bilangan acak yang terdistribusi
Gaussian dengan rataan = 0 dan variansi = 1 adalah sebagai berikut :
Var
v1, v2, v3, v4 : real;
Begin
Repeat
v1:=2.0*Random-1;
v2:=2.0*Random-1;
v3:=v1*v1+v2*v2;
Until v3<=1.0 v4:=sqrt((-2*ln(v3)/v3); u:=v1*v4 End; Diagram alir pembangkitan salah bit diperlihatkan pada gambar 3.5. Proses pembangkitan salah bit dimulai dengan memberikan nilai Signal to Noise Ratio (SNR) yang diinginkan. Dari harga Signal to Noise Ratio dihitung besarnya tegangan (V) dengan menggunkan persamaan 3.7. Kemudian dibangkitkan sample noise (u) yang berupa bilangan acak berdistribusi Gaussian dengan rataan 0 dan variansi = 1. Setelah itu diambil bit-bit yang keluar dari encoder dimana tiap yang diambil dibandingkan dengan tiap sample noise yang dibangkitkan. Berdasarkan sample noise dan bit-bit yang keluar dari encoder diputuskan apakah terjadi atau tidak. Bila yang diambil adalah bit 1, error terjadi jika sample noise negatip dengan tegangan lebih kecil dari –V. Bila yang diambil adalah bit –0, error terjadi jika noise positip dengan tegangan lebih besar dari +V. Jika terjadi error, bit tersebut di invert yakni bit 1 menjadi bit 0 dan bit 0 menjadi bit 1.






Rangkaian Darlington untuk mengatur jumlah arus pada motor stepper


Keuntungan rancangan biphase :
  • Synchronisasi : karena adanya transisi selama tiap bit time, receiver dapat men-synchron-kan pada transis tersebut atau dikenal sebagai self clocking codes.
  • Tidak ada komponen dc.
  • Deteksi terhadap error : ketiadaan dari transisi yang diharapkan, dapat dipakai untuk mendeteksi error.
Kekurangannya :
  • memakai bandwidth yang lebih lebar dari pada multilevel binary.
    BER Teoritis

    Multilevel binary
  • Untuk memperoleh BER tertentu, perlu daya 3 dB lebih besar dibandingkan NR

Biphase

Kasus Manchester dan differential Manchester
Keunggulan
  • Sinkronisasi: penerima dapat melakukan sinkronisasi pada setiap transisi dalam 1 durasi bit
  • Tanpa komponen dc
  • Deteksi kesalahan: transisi yang tidak terjadi di tengah bit dapat digunakan sebagai indikasi kesalahan
Kelemahan
  • Bandwidth lebih besar dibandingkan NRZ dan multilevel binary Kode Manchester digunakan pada standar IEEE 802.3 (CSMA/CD) untuk LAN dengan topologi bus, media transmisi kabel koaksial baseband dan twisted pair Kode differential Manchester digunakan pada IEEE 802.5 (token ring LAN), media transmisi STP

Jumat, 10 Mei 2013

PERTEMUAN KE 5


TRANSMISI DATA

Terminology (1)
Pemancar
Penerima
Media
Guided medium
e.g. twisted pair, optical fiber
Unguided medium
e.g. air, water, vacuum

Terminology (2)
Direct link
Tidak ada alat perantara
Point-to-point
Direct link
Hanya 2 peralatan yang menghubungkan
Multi-point
Lebih dari 2 alat yang menghubungkan

Terminology (3)
Simplex
Satu arah
e.g. Television
Half duplex
Dua arah, tetapi hanya satu arah secara serentak
e.g. police radio
Full duplex
Dua arah pada waktu yang sama
e.g. telephone

Frequency, Spectrum and Bandwidth


Time domain concepts
Analog signal
Various in a smooth way over time
Digital signal
Memelihara suatu level konstan kemudian mengubah ke level konstan yang lain
Periodic signal
Pola mengulangi dari waktu ke waktu
Aperiodic signal
Pola tidak mengulang dari waktu ke waktu

Gelombang sinus
Amplitudo puncak (A)
Kekuatan maksimum dari sinyal
volts
Frequency (f)
Perubahan rata – rata dari sinyal
Hertz (Hz) or cycles per second
Period = time for one repetition (T)
T = 1/f
)fPhase (
Posisi relatif pada waktunya


Frequency Domain Concepts
Sinyal biasanya terdiri dari banyak frekuensi
Komponennya adalah gelombang sinus
Dapat ditunjukkan (analisia fourier) bahwa semua sinyal terdiri dari komponen gelombang sinus
Dapat merencanakan fungsi dari frequency domain

Data Rate and Bandwidth
 .Sistem transmisi manapun mempunyai band frekuensi yang terbatas
Batas ini adalah bahwa data rate dapat dibawa (carrier)

Analog and Digital Data Transmission
Data
Kesatuan yang menyampaikan arti/maksud
Signals
Penyajiian data yang elektrik atau elektromagnetik
Transmission
Komunikasi data dengan propagasi dan pengolahan sinyal

Analog and Digital Data
Analog
Nilai – nilai berlanjut dalam beberapa interval
e.g. sound, video
Digital
Nilai terpisah
e.g. text, integers

Minggu, 05 Mei 2013

MODEL ARSITEKTUR PROTOKOL TCP/IP



Standarisasi Protocol Architectures
         Yang diperlukan untuk alat untuk komunikasi
         Penjual mempunyai lebih banyak produk untuk dipasarkan
         Pelanggan dapat meminta dg tegas peralatan yg berdasarkan standarisasi
         Two standards:
         OSI Reference model
         Never lived up to early promises
         TCP/IP protocol suite
         Most widely used
         Also: IBM Systems Network Architecture (SNA)
OSI
         Open Systems Interconnection
         Dikembangkan oleh the International Organization for Standardization (ISO)
         Seven layers
         Suatu sistem teoritis yang dikirimkan sudah terlambat
         TCP/IP is the de facto standard

                                         OSI - The Model
         A layer model
         Tiap-tiap layer melakukan fungsi yang diperlukan untuk komunikasi
         Tiap-tiap layer mempercayakan pada layer berikutnya yg lebih rendah untuk melaksanakan fungsi yg lebih primitif
         Tiap-tiap layer menyediakan jasa untuk layer berikutnya yang lebih tinggi
         Perubahan di satu layer tidak memerlukan perubahan di layer yg lain
      OSI Layers
      Physical
_Physical menghubungkan antar alat
­­  ­         _Mechanical
           _Electrical
         ­  _Functional
           _Procedural
      Data Link
         _Mengaktifkan, memelihara dan mematikan link
     _Error detection and control
     _Higher layers may assume error free transmission
         Network
  Transport dari informasi
  Layer tertinggi tidak memerlukan untuk mengetahui tentang teknologi layer di bawahnya
  Tidak diperlukan pada direct links
         Transport
  Pertukaran data antar akhir sistem
  Bebas error
  In sequence
  Tidak ada losses
  No duplicates
  Quality of service
         Session
  Mengendalikan dialog antar aplikasi
  Dialogue discipline
  Pengelompokan
  Recovery
         Presentation
  Data formats and coding
  Kompressi data
  Encryption
         Application
              __digunakan untuk mengakses lingkungan OSI

      Elements of Standardization
      Spesifikasi protokol
         Operasi antara lapisan yg sama pada dua sistem
         Mungkin melibatkan sistem operasi yg berbeda
         Spesifikasi protokol harus tepat
         Format of data units
         Semantics of all fields
         allowable sequence of PCUs
      Service definition
         Functional description of what is provided
      Addressing
         Referenced by SAPs